People Innovation Excellence

‘Paranormal Activity: The Marked Ones’: Uji Nyali di Rumah Orang Mati

Jakarta – Anak-anak muda yang lagi-lagi merekam kehidupan mereka dengan kamera. Kali ini kameranya dipegang oleh dua sahabat, Jesse (Andrew Jacobs) dan Hector (Jorge Diaz), untuk bermain-main dan melakukan hal-hal gila. Misalnya, turun dari lantai dua dengan keranjang. Dan, seperti anak-anak jahil pada umumnya mereka berdua bersama sahabat lainnya, Marisol (Gabrille Walsh) masuk ke rumah tetangga mereka yang baru saja meninggal. Saat itulah kejadian-kejadian aneh mulai menimpa Jesse.

Serial ‘Paranormal Activity’ yang diciptakan Oren Peli memang fenomenal. Hanya dengan US$ 15.000 film ini berhasil membuat Steven Spielberg sendiri ketakutan, dan akhirnya berhasil meraih hampir $ 200 juta dari pendapatan tiket bioskop di seluruh dunia. Tentu saja para eksekutif Hhollywood yang haus akan uang ngiler melihat fenomena itu.

Seperti film horor low-budget lainnya, ‘Saw’, serial ‘Paranormal Activity’ pun dikuras habis-habisan. Sekuelnya menceritakan tentang kejadian aneh yang menimpa saudara Katie. Film yang ketiga merupakan sebuah prekuel yang bercerita tentang masa kecil Katie dan saudara perempuannya yang memang sudah menyeramkan. Film keempatnya ini bercerita tentang tetangga baru Katie dan Hunter. Begitulah, setelah sekuel dan prekuel, para kreator di balik ‘Paranormal Activity’ menemukan celah untuk membuat pudi-pundi dollar lebih gembung lagi: ekspansi ke keluarga yang benar-benar berbeda. Benang merahnya? Sekte penyihir yang sama masih menjadi penghubung di sini.

Sebagai sebuah prekuel, ‘Paranormal Activity: The Marked Ones’ bukanlah film yang mengecewakan. Christopher Landon sebagai sutradara dan penulis skripnya –dia juga menulis tiga film sebelumnya– dengan pintar mengembangkan dunia magis dalam serial ini. Dia mengakalinya dengan menggunakan time travel, sehingga apapun bisa terjadi. Ketika karakter dalam film ini –yang notabene tidak ada hubungannya dengan Katie dan Micah– bertemu dengan karakter dari film ‘Paranormal Activity’ lainnya, hal tersebut menjadi momentum yang menarik.

Hal yang juga menjadi kemajuan dalam film ini adalah karakter-karakternya. Jesse dan Hector adalah karakter-karakter yang menyenangkan, tidak sebodoh di film ‘Paranormal Activity’ sebelumnya. Hal-hal yang mereka lakukan –seperti eksplorasi “kekuatan baru” Jesse– adalah hal yang natural dan kocak. Diperankan dengan baik oleh masing-masing pemainnya, kedua karakter ini dengan baik mengikuti alur film yang semakin lama semakin menegangkan.

Namun, sebagai sebuah film horor ‘The Marked Ones’ masih belum bisa dibilang benar-benar menyeramkan. Keseramannnya masih terbatas pada hal-hal yang sudah dilakukan di film-film sebelumnya. Film ini juga masih memakai trik lama yang membosankan ketika karakter utamanya mencoba menakut-nakuti karakter lain dengan muncul secara mendadak.

Dibandingkan dengan film sebelumnya, ‘Paranormal Activity’ ke-4 ini juga belum bisa menandingi yang pertama dan ke-3. Dari sisi kerja kamera tidak ada yang baru –tidak seperti film ketiga, kamera dipasang di kipas angin yang benar-benar jenius. Dan, di bagian klimaks, guncangan dan gerakan kamera semakin mengganggu. Ini mengindikasikan pembuatnya malas, dan bahwa sesungguhnya penonton bisa juga merasakan tegang meskipun kameranya stabil seperti dalam ‘Paranormal Activity 3’.

Tapi, bagi Anda yang sudah telanjur ngefans dengan serial ini dan ingin persiapan sebelum menonton ‘Paranormal Activity 5’ yang rilis Oktober nanti, ‘The Marked Ones’ tidak boleh dilewatkan. Kapan lagi Anda melihat orang-orang membawa kamera ke mana pun dia pergi dan dikejar-kejar sekte penyihir?

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

Sumber : http://hot.detik.com/movie/read/2014/01/09/150228/2462927/218/paranormal-activity-the-marked-ones-uji-nyali-di-rumah-orang-mati

Download : Paranormal Activity-The Marked Ones-Uji Nyali di Rumah Orang Mati


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close