Binus Siapkan Ahli Teknik Handal

KOMUNIKA, Jakarta – Kebutuhan tenaga ahli di bidang teknik dalam komunitas global amat penting. Univesitas Bina Nusantara (Binus) merespons kebutuhan tersebut dengan mendirikan Binus Aso School of Engineering (BASE), bekerja sama dengan Aso College Group.

“BASE didirikan untuk menyiapkan masa depan generasi muda Indonesia di bidang engineering. Tidak ada keraguan sedikit pun bagi kami bahwa lulusan engineering akan berperan besar di masa depan dalam penyediaan lapangan dan kesempatan kerja,” kata Bernard Gunawan, CEO Binus University, saat peluncuran program ini di Jakarta, Senin 25 Agustus 2014.

“Apalagi Indonesia akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi penting di kawasan Asia pada 2035.” Hadir dalam acara tersebut Rektor Binus University Harjanto Prabowo, CEO Aso College Group Takeshi Aso, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshimori Katori serta sejumlah tamu undangan.

Bernard mengatakan, tugas menyiapkan masa depan generasi muda Indonesia di bidang engineering ini merupakan bagian dari visi pendidikan Binus University 2020 yang hendak diwujudkan Binus University di masa depan, yaitu menjadi institusi pendidikan kelas dunia. Untuk mewujudkan hal itu, kata Bernard, pihaknya menjalin kerja sama strategis dengan Aso College Group, sebuah divisi pendidikan dari Aso Group yang memiliki pengalaman panjang selama 140 tahun dan merupakan salah satu kampus teknik ternama di Jepang.

CEO Aso College Group Takeshi Aso menyambut baik kerja sama ini. “Melalui kerja sama ini, kami ingin menyiapkan kebutuhan ahli teknik dari Indonesia secara lebih baik,” katanya. Sebagai bentuk komitmen tersebut, kata Takeshi, Aso College Group yang saat ini memiliki 82 kampus dengan berbagai program studi, seperti Human Resources Services, Construction, dan Healthcare, akan mengirimkan 4 tenaga ahli yang mendampingi mahasiswa Indonesia selama menempuh studi di BASE.

Dekan BASE Ho Hwi Chie mengatakan, program ini efektif akan mulai bergulir pada September 2014. Saat ini, kata dia, sudah ada 15 mahasiswa yang terdaftar di Program Studi Product Design Engineering. Selain Program Studi Product Design Engineering, BASE juga memiliki Program Studi Automotive & Robotics Engineering yang terbuka untuk jenjang pendidikan S1 dengan masa studi selama 4 tahun. “Selama masa studi tersebut, mahasiswa berkesempatan mengikuti perkuliahan musim gugur di Jepang selama satu semester di jaringan kampus Aso College Group di mana biaya hidup ditanggung Aso College Group,” ujarnya.

Ho Hwi Chie atau akrab disapa Wiwik menambahkan, tujuan didirikannya BASE yang menerapkan kombinasi kurikulum 50 persen teori dan 50 persen praktek ini adalah mencetak ahli-ahli engineer Indonesia yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri setelah lulus tetapi juga kehidupan 250 juta masyarakat Indonesia. “Kami ingin menyiapkan mereka supaya matang secara mental dan memiliki spirit entrepreneurial,” katanya. “Mereka inilah yang pada usia 35 tahun akan menjadi pemimpin yang visioner.”

Ke depan, dalam waktu 1 tahun, Wiwik mengatakan, BASE menargetkan dalam 1 kelas terdapat 30 – 50 mahasiswa yang didampingi 8 – 10 tenaga dosen. “Kami juga akan mengundang praktisi dari Aso College Group yang akan memberikan kuliah umum dan sharing pengalaman untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri sesungguhnya,” ujarnya.

 

Sumber : http://komunika.tempo.co/read/news/2014/08/25/273602346/binus-siapkan-ahli-teknik-handal#.VA5ynqPiXDc