People Innovation Excellence

‘The Man From U.N.C.L.E.’: Panggung Eksotik Guy Ritchie

Jakarta

Henry Cavill membuka layar setelah intro panjang tentang apa yang terjadi setelah Perang Dunia II dalam setelan yang rapi dan stylish sebagai Napoleon Solo. Kemudian dia berakhir di sebuah garasi dan bertemu dengan montir seksi, Gaby Teller (Alicia Vikander), yang ternyata anak dari seorang pengkhianat NAZI. Teller setuju untuk membantu Solo, asalkan dia bisa menyeberang dari tempat yang sekarang dia tempati. Jerman bukan tempat yang begitu ramah waktu itu, dan Solo dengan senyuman mematikannya menyetujui itu.

Dimulailah, malam itu, dengan Teller sebagai sopirnya, mereka berdua melakukan misi untuk menyeberang wilayah. Sampai seorang lelaki yang tidak hanya mempunyai kemampuan menyetir yang baik namun juga ahli menghindari peluru yang mengesankan menemukan mereka. Dia adalah Illya Kuryakin (Armie Hammer), agen KGB yang mendapat perintah yang sama dengan si Solo yang merupakan agen CIA.

Dalam sebuah car chasing yang tidak hanya kocak namun juga thrilling, Solo dan Teller akhirnya berhasil kabur dari Kuryakin. Sampai keesokan harinya ketika Solo bertemu dengan bosnya dan mengatakan bahwa Amerika memutuskan untuk bekerja sama dengan Rusia, Solo harus bekerja sama dengan Kuryakin untuk menyelamatkan dunia. Saat itulah keadaan menjadi lebih menarik.

Me-remake hal yang jadul-jadul memang sedang ngetren akhir-akhir ini. Beberapa saat yang lalu kita melihat Tom Cruise menguras franchise ‘Mission:Impossible’ dalam serinya yang kelima. Kini giliran sutradara hip Inggris, Guy Ritchie, melakukan hal yang sama dengan serial hit 60-an karya Sam Rolfe. Versi layar lebarnya ini lebih berfokus pada masa sebelum sederetan aksi Solo dan Kuryakin yang tersaji di layar televisi.

Bersama dengan produsernya, Lionel Wigram, Ritchie memasang set-up yang jelas tentang hero siapa yang kita hadapi. Perkenalan Solo, Kuryakin dan Teller dijelaskan dengan cukup efektif dan mengena. Bromance sekaligus cela-celaan antara Solo dan Kuryakin adalah salah satu hal yang membuat ‘The Man from U.N.C.L.E.’ begitu asyik untuk ditonton. Belum lagi tensi seksual antara Kuryakin dan Teller yang dikuras sampai sedalam-dalamnya untuk menghasilkan momen mupeng yang maksimal. Tapi apa daya, secara keseluruhan, thriller dalam film ini kurang begitu menggigit.

Konspirasi si penjahat (dimainkan dengan cukup gaya oleh aktor Australia, Elizabeth Debicki) untuk menguasai dunia tidak terlalu sukar untuk dipahami. Bahkan untuk ukuran film sejenis, usahanya terlihat begitu mudah dan cenderung menggelikan. Proses sang penjahat untuk sampai ke markas penjahat dan sampai akhirnya berakhir dengan adegan kejar-kejaran yang cukup “pamer” juga tidak wah-wah amat. Dan untuk itulah Ritchie memaksimalkan tanda tangannya yang khas dalam film ini.

Bagi Anda yang gemar menonton film-film Guy Ritchie seperti ‘Snatch’, ‘Lock, Stock and Two Smoking Barrels’ dan tentu saja dua seri ‘Sherlock Holmes’, pasti paham bahwa Ritchie mempunyai tanda tangan visual yang cukup jelas. Dalam film ini, semuanya seperti dilipatgandakan beberapa kali. Mulai dari set design, wardrobe sampai props dan grading post-production dibuat sedemikian rupa sehingga kita seperti merasakan tinggal di era 60-an.

Hasilnya memang melenakan. Tidak ada satu pun frame yang tampak jelek atau timpang di sini. Menonton film ini seperti sedang berada di photo session majalah GQ yang kebetulan mempunyai adegan kejar-kejaran dan teori konspirasi untuk menguasai dunia.

Memang, film ini terlihat dangkal karena Ritchie menggarisbawahi look film ini untuk terlihat rupawan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak bisa menikmatinya. Tempo filmnya yang cukup cepat dijamin akan membuat Anda tetap terjaga di kursi Anda. Adu mulut antara Kuryakin dan Solo pasti akan membuat Anda terhibur. Dan terutama, penampilan ketiga aktor utamanya yang begitu rupawan di tengah gambar paling eksotis akan membuat Anda betah selama dua jam. ‘The Man from U.N.C.L.E.’ memang tak dimaksudkan untuk menguras energi Anda. Tapi, jika Anda mencari sebuah hiburan eskapis yang menyenangkan, Solo, Kuryakin dan Teller siap menanti Anda.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

sumber : http://hot.detik.com/movie/read/2015/08/28/151414/3003930/218/2/the-man-from-uncle-panggung-eksotik-guy-ritchie


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close